Project :

Site Acquisition Data and Cathodic Protection Analysis on Pipeline

Client :

Konsorsium PDC-Pgsol

Tahun :

2020

Lokasi :

Riau

Soil resistivity testing  adalah proses pengukuran volume tanah untuk mengetahui konduktivitas tanah. Resistivitas tanah yang dihasilkan dinyatakan dalam ohm-meter atau ohm-sentimeter.

Resistivitas Tanah sangat diperlukan saat menentukan desain sistem grounding untuk instalasi baru guna memenuhi persyaratan tahanan tanah Anda. Idealnya, kita akan menemukan lokasi dengan resistensi serendah mungkin. Namun tergantung dengan kondisi tanah, moisture, jenis tanah, dan faktor lain, hasilnya bisa sangat berbeda.

Komposisi tanah, kadar air, dan suhu mempengaruhi resistivitas tanah. Tanah jarang homogen dan resistivitas tanah akan bervariasi secara geografis dan pada kedalaman tanah yang berbeda.

Soil resistivity pada pipeline digunakan untuk menentukan perlindungan katodik pada pipeline baik untuk ICCP ataupun SACP,  metode yang Pustek E&T gunakan adalah Wenner 4-titik, sejauh ini merupakan metode pengujian yang paling banyak digunakan untuk mengukur resistivitas tanah. Metode lain memang ada, seperti metode Umum dan Schlumberger, namun metode tersebut mempunyai hasil yang tidak jauh berbeda.

Pengukuran resistivity untuk pipeline mempunyai tantangan dimana terkadang lokasi pipeline masih berupa semak belukar yang tinggi nya mencapai 2 meter, kadang berupa area rawa atau sedang banjir, sehingga pengambilan titik sampling harus memperhatikan kondisi lapangan secara aktual. selepas pengambilan data, Engineer PT. Pustek E&T akan langsung melakukan kalkulasi sesuai dengan standar NACE untuk perlindungan katodik, dengan client dapat memilih antara ICPP atau SACP.