Sectional Block Valve (SBV) for Oil and Gas  Pipeline

Dalam merancang pipeline, yang perlu diperhitungkan adalah terkait dengan persyaratan operational, inspection, dan maintenance untuk memprediksi siklus dan kondisi serta kriteria yang direncanakan seperti yang ditetapkan oleh atau disetujui sebelumnya dengan personel yang bertanggung jawab atas operational dan maintenance dari pipeline1. Untuk menjamin proses operational dan maintenance yang maksimal pada pipeline, dibutuhkan design awal yang memenuhi persyaratan kode dan standar yang berlaku sesuai dengan kriteria desain pipeline. Pipeline block valves harus dipasang disepanjang jalur utama dari pipeline untuk tujuan kemanan operation dan maintenance, di mana block valve ini dibutuhkan dalam kasus bencana alam seperti erosi dan gempa bumi yang dapat merusak pipeline atau untuk kerusakan pihak ketiga pada pipeline yang disebabkan oleh road grader atau backhoes yang secara tidak sengaja mengenai pipeline dan menyebabkan pecah pada pipeline2. Pipeline minyak dan gas memiliki potensi bahaya yang sangat besar, maka perlu untuk didesain sesuai dengan standar dan kode yang berlaku. Disepanjang jalur pipeline yang jaraknya relative panjang dan melewati pemukiman, jalan, atau perkotaan, tentunya dibutuhkan operational maintenance ketika terjadi sesuatu yang dapat mengakibatkan bahaya seperti kebocoran pipa. Operation yang sesuai pada pipeline adalah segala perangkat yang dapat mendukung operation agar sesuai dan menghindari ketidaksesuaian operation yang sangat penting untuk integritas operasional3. Salah satu skenario yang digunakan untuk mempermudah proses maintenance adalah memasang Sectional Block Valve (SBV) di sepanjang jalur  pipeline. Pemasangan block valve tidak selamanya dilakukan disepanjang jalur pipeline, ketika tidak memenuhi persyaratan untuk pemasangan block valve, maka tidak perlu dipasang. Block valve biasanya ditempatkan di atas tanah untuk memungkinkan valve dapat diakses secara penuh untuk operation dan maintenance2.  Underground pipeline yang berada di bawah tanah dinaikkan ke atas tanah, menggunakan dua bending dengan radius 45 derajat. Setelah itu. Pipeline kembali menuju ke bawah tanah menggunakan bending dengan radius yang sama. Kecuali jika ada kasus tertentu yang membutuhkan modifikasi bending karena tegangan pada pipeline atau sebagainya, maka bending dapat dimodifikasi atau diubah selama masih tidak menyalahi standar dan kode yang berlaku. Bending pada pipeline juga harus memperhitungkan terkait proses pigging yang akan dilakukan sehingga pipeline piggable.

Gambar Typical Sectional Block Valve4

Block valve harus dilindungi dari kerusakan dan perusakan pihak ketiga, dengan mendirikan pagar rantai setinggi 6 kaki hingga 8 kaki (2–2,7 m), dengan bukaan pintu ganda untuk mengizinkan akses truk servis untuk maintenance pada valve2. Fasilitas berpagar harus memiliki tanda yang tepat, yang menyatakan peringatan, seperti tanda “Bahaya – Jangan Masuk”. Jika block valve dioperasikan dengan motor atau tenaga listrik, area pagar harus dilindungi dengan menggunakan detektor atau pendeteksi gerakan, maka alarm akan berbunyi pada pusat kendali pipeline jika orang yang tidak berwenang masuk.

Gambar Pagar Sectional Block Valve5

Kode dan Standard yang digunakan untuk konstentrasi block valve pada pipeline minyak dan gas dapat mengacu pada ASME B31.4 dan ASME B31.8. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam instalasi block valve  telah diatur dalam standar tersebut. Dalam penentuan jarak block valve untuk pipeline gas juga ditentukan oleh loacion class pada standar ASME B31.86 dengang kriteria sebagai berikut.

Location Class 1 yaitu kelas lokasi yang disetiap 1-mile memiliki 10 atau lebih sedikit bangunan-bangunan yang dimaksudkan untuk dihuni oleh manusia.

Location Class 1, Division 1 yaitu design factor dari pipa lebih besar dari 0.72 tetapi sama atau kurang dari 0.80 dan dilakukan hydrotest 1.25 dikali dengan maximum operating pressure.

Location Class 1, Division 2 yaitu design factor dari pipa adalah sama atau kurang dari 0.72 dan dilakukan tes 1.1 dikali dengan maximum operating pressure.

Location Class 2 adalah lokasi yang disetiap 1-mile memiliki lebih dari 10 atau lebih kurang dari 46 bangunan-bangunan yang dimaksudkan untuk dihuni oleh manusia.

Location Class 3 adalah lokasi yang disetiap 1-mile memiliki 46  atau lebih bangunan-bangunan yang dimaksudkan untuk dihuni oleh manusia kecuali ketika lokasi kelas 4 diberlakukan.

Location Class 4 adalah yang termasuk dalam area di mana bangunan-bangunan yang bertingkat secara lazim, di mana lalu lintas berat atau padat, dan di mana mungkin ada banyak utilitas lain di bawah tanah. Bertingkat dimaksukan untuk bangunan yang memiliki 4 lantai atau lebih.

Pemasangan Block Valve berdasarkan ASME B 31.8

Karena bahaya pipeline yang dikarenakan oleh alam, dimana mungkin terjadi pada pipeline gas,  standar ASME  B31.86 mengatur tentang jarak antara block valve pada jalur transmisi pipeline gas berdasarkan location class, yaitu harus tidak melebihi jarak sebagai berikut.

1. 20 miles atau sekitar 32 km untuk location class 1

2. 15 miles atau sekitar 24 km untuk location class 2

3. 10 miles atau sekitar 16 km untuk location class 3

4. 5  miles atau sekitar 8 km untuk location class 4

Pemasangan Block Valve berdasarkan ASME B 31.4

Dalam ASME B31.47  posisi pemasangan sectional block valve diatur sebagai berikut:

1. Mainline Valve harus dipasang pada upstream dan downstream dari major river crossings, serta pada public water supply reservoirs.

2. Mainline Valve harus dipasang pada line utama stasiun pompa atau lokasi yang sesuai dengan fitur medan area industrial, area komersial, dan area perumahan.

3. Untuk kebutuhan fasilitas kontrol operasional, mainline block valve harus dipasang pada 7,5 mile atau 12 maksimal jarak pada trasnportasi sistem perpipaan  LPG atau Liquid anhydrous ammonia pada area industrial, area komersial, dan area perumahan.

Author

Refferensi
  1. Bahadori, A. (2017). Oil and Gas Pipelines and Piping Systems. In Oil and Gas Pipelines and Piping Systems. https://doi.org/10.1016/c2015-0-00222-2[]
  2. E. Shashi Menon. (2011). Pipeline Planning and Construction Field Manual. In Amerika. Elsevier[][][]
  3. Revie, R. W. (n.d.). Oil and Gas Pipelines Integrity and Safety Handvook[]
  4. Pustek E&T Project (2020). Typical Drawing for Sectional Block Valve[]
  5. Pustek E&T Project (2020). Fence Drawing for Sectional Block Valve[]
  6. American Soceity of Mechanical Engineers. (2003). ASME B31.8: Gas Transmission and Distribution Piping Systems. American Soceity of Mechanical Engineers, 552(1), 194[][]
  7. American Soceity of Mechanical Engineers. (2012). ASME B31.4 Pipeline Transportation Systems for Liquids and Slurries. American Society of Mechanical Engineers, 552, 140[]

Leave a Comment

9 − 5 =