Development Potential and Techno-Economic Assessment of the Sibual Buali Geothermal Field,North Tapanuli, North Sumatra, Indonesia

Indonesia memiliki sumber daya panas bumi terbesar di dunia yang secara teknis dapat dimanfaatkan, yang diperkirakan mencapai sekitar 23,7 GWe. Namun, hingga tahun 2022 kapasitas terpasang panas bumi Indonesia baru sekitar ~2,3 GWe, atau kurang dari 10% dari potensi sumber dayanya.¹˒² Kesenjangan pengembangan ini mencerminkan kombinasi sejumlah faktor, termasuk ketidakpastian tarif, tingginya biaya pembangunan infrastruktur jalan akses dan transmisi, lamanya durasi proses persetujuan regulatori, serta risiko geologi yang inheren pada tahap awal karakterisasi sumber daya. Kebijakan pemerintah melalui Undang-Undang Panas Bumi (UU No. 21/2014) dan serangkaian Peraturan Presiden—terbaru Perpres 112/2022—telah berupaya mempercepat pengembangan dengan menyediakan kerangka tarif yang lebih jelas dan penyederhanaan perizinan.³

Koridor panas bumi Sumatera Utara yang membentang sepanjang Pegunungan Barisan, dari Tarutung di bagian utara hingga Muara Laboh di bagian selatan, mencakup beberapa sistem panas bumi Indonesia yang paling maju dan paling baik terkarakterisasi. Kompleks Sarulla—yang merupakan kontrak pembangkit listrik panas bumi tunggal terbesar di dunia dengan kapasitas 330 MWe—berlokasi di dalam koridor ini dan memberikan validasi kuat terhadap kualitas sumber daya serta kelayakan komersial kawasan tersebut.⁴˒⁵ Lapangan-lapangan yang berdekatan dan bersifat analog, termasuk Sipoholon, Sorik Marapi, dan Sibual Buali, berada pada berbagai tahapan pengembangan; di antaranya, Sibual Buali merepresentasikan peluang yang relatif kurang dikaji dibandingkan indikator geologinya.

Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Sibual Buali terletak sekitar 80 km di utara kompleks Sarulla, di Kabupaten Tapanuli Utara, pada ketinggian sekitar 900–1.600 m dpl. Survei geologi dan geokimia yang telah dipublikasikan mendokumentasikan manifestasi permukaan yang luas dan konsisten dengan keberadaan reservoir hidrotermal berentalpi tinggi dan didominasi fase cair.⁶˒⁷ Meskipun indikator-indikator ini menjanjikan, lapangan tersebut belum berkembang hingga tahap pemboran eksplorasi, dan hingga saat ini belum tersedia publikasi penilaian tekno-ekonomi komprehensif berbasis sumber terbuka mengenai potensi pengembangannya.

Catatan teknis ini ditujukan untuk mengisi kesenjangan tersebut. Tujuannya adalah: (i) mensintesis data geologi dan geokimia berbasis sumber terbuka yang tersedia menjadi karakterisasi sumber daya awal; (ii) mengestimasi besaran sumber daya melalui metode volumetrik stored-heat dan pendekatan analogi lapangan; (iii) menyusun konsep pengembangan konseptual beserta estimasi biaya indikatif Kelas 5 yang dibenchmark terhadap data proyek Indonesia yang telah dipublikasikan; (iv) mengevaluasi kelayakan finansial proyek dalam kerangka regulasi Indonesia; dan (v) mengidentifikasi risiko teknis dan komersial utama serta merumuskan program kerja yang diperlukan untuk meningkatkan kesiapan menuju keputusan investasi.

Sibualbuali-Technical-Note-Independent-Research-PUSTEK