Fogging sebagai langkah pencegahan demam berdarah dilingkungan sekitar PT.Pustek E&T

Peningkatan pasien Demam Berdarah di Depok perlu ditindaklanjuti secara serius, salah satunya adalah dengan melakukan fogging, untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk sebagai inang deman berdarah.

Tim Fogging sedang melakukan pengasapan dilingkungan PT.Pustek E&T

Peningkatan kasus DBD terus terjadi. Kementerian Kesehatan mencatat di tahun 2022, jumlah kumulatif kasus Dengue di Indonesia sampai dengan Minggu ke-22 dilaporkan 45.387 kasus. Sementara jumlah kematian akibat DBD mencapai 432 kasus.
Dikatakan oleh dr. Tiffany, temuan Insidence rate DBD (jumlah kasus DBD per 100.000) tertinggi terjadi di 10 provinsi diantaranya Bali, Kalimantan Utara, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat dan DI Yogyakarta 1
Fogging adalah tindakan pengasapan dengan bahan pestisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa secara menyeluruh. Untuk menjaga karyawan dan juga Masyarakat sekitar Head Office PT. Pustek E&T dari meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue.

Fogging tidak hanya berfokus pada kantor PT. Pustek E&T, namun juga mencakup lingkungan sekitar PT.Pustek E&T, termasuk pada selokan disepanjang jalan, tempat sampah, area pembuangan puing, wilayah kebun disamping dan belakang PT. Pustek E&T, dan halaman tetangga bangunan kantor PT.Pustek E&T. selain untuk pencegahan berkembangnya nyamuk penyebab demam berdarah, hal ini juga sebagai wujud kepedulian PT. Pustek E&T terhadap kesehatan lingkungan masyarakat sekitar.

Personnel HSE PT. Pustek E&T melakukan Fogging dilingkungan RT, sekitar kantor.

Mengapa Fogging ?

Penyakit demam berdarah dengue atau DBD masih sering ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia, tidak terkecuali baik dilingkungan perkotaan maupun pedesaan, Vektor utama penularan penyakit ini adalah nyamuk spesifik Aedes aegypti, nyamuk yang memiliki siklus hidup yang dapat bertahan di daerah pedesaan maupun perkotaan. Aedes aegypti betina dapat bertelur di tempat basah mana saja, meski sangat kecil. Mereka dapat ditemukan di tumpukan sampah, tanaman perdu, ladang rumput, dan genangan air.

Tujuan fogging adalah untuk membunuh sebagian besar nyamuk yang infektif dengan cepat. Di samping memutus rantai penularan, juga menekan jumlah nyamuk agar risiko penyakit DBD juga menurun. Fogging efektif dilakukan pada pagi hari atau sore hari, dimana pada waktu tersebut, nyamuk sedang cenderung terbang aktif.

Refferensi
  1. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/[]